Laboratorium di atas selembar kertas

Laboratorium di atas selembar kertasPara ilmuwan di Amerika Serikat telah membuat perangkat kertas sekali pakai untuk menguji kemurnian air minum dengan biaya rendah.

George Whitesides, Zihong Nie dan kolega di Harvard University, Cambridge, Amerika Serikat telah merancang kertas elektrokimia berbasis perangkat yang dapat mendeteksi kecil konsentrasi ion logam berat di dalam air.

Ion logam berat seperti merkuri, timah, dan kadmium yang beracun, dan bahan-bahan yang tidak dapat didaurulang dapat masuk ke dalam manusia dan binatang melalui air minum. Perangkat sederhana berupa selembar kertas dapat mendeteksi ion logam tersebut dalam air pada tingkat serendah satu bagian per miliar (ppb), yang jauh lebih rendah dari panduan nilai Organisasi Kesehatan Dunia (<10>

Dengan keunggulan berupa biaya produksi rendah, kertas berbasis perangkat analitis diharapkan dapat digunakan di negara-negara berkembang. “Kertas perangkat diagnostik yang kami ciptakan ini dapat digunakan oleh keluarga rumah tangga dengan sumber daya terbatas untuk menguji keamanan air minum mereka, “papar Nie.

Perangkat ini terdiri dari tiga karbon dan perak elektroda tinta yang tercetak di atas selembar kertas atau polyester film. Saluran Microfluiditas dibuat dari polimer berpola di atas kertas dan bentuk hambatan hidrofobik membatasi cairan di saluran dan di atas elektroda.

Tim mengatakan bahwa perangkat ini bersifat serbaguna dan bisa memiliki banyak kegunaan lain. Misalnya dalam diagnosis medis penyakit seperti HIV, tuberkulosis dan malaria atau pemantauan lingkungan di daerah berkembang. “Ini juga dapat diaplikasikan pada inspeksi makanan untuk rumah tangga biasa,” tambahnya Nie.

“Penemuan ini adalah aplikasi yang baik dari penggunaan mikrofluida berbasis kertas. Penggabungan elektrokimia membuka berbagai kemungkinan memperluas jumlah tes yang dapat dilakukan, ‘komentar David Holmes, seorang ahli dalam mikrofluida biosensors dan perangkat biomedis di University College London, Inggris.

Job Vacancy


PT. PROSYS BANGUN PERSADA is a leading Project Management Consultant in Oil & Gas, Infrastructure, Finance & Banking, Telecommunication, Construction and Properties is growing very fast in Engineering, Procurement, and Construction area.

Currently searching for highly qualified candidate for the following position:



Project Control
Requirement:

- Minimum Bachelor degree in Engineering From Reputable University
- Having Experience at least 5-10 years in Oil & Gas or Industrial Plant Project as a Project Control

- Very good knowledge of English both written and oral.
- PC Literate with Microsoft Office and other computer programs

Proposal Coordinator

Requirement:

- S1 Chemical or Mechanical Engineering from reputable University

- Having at least 5 years of experience as a Proposal Coordinator in Oil & Gas or Industrial project / Company is a must.

- Must have an Expert Certificate (SKA).

Process Engineer

Requirement:

- S1 Chemical from reputable university

- Having at least 5 years of experience as a Process Engineer in Oil & Gas or Industrial Project

- Familiar in Using HYSIS

- Must have an Expert Certificate (SKA)

Contract Admin

Requirement:

- S1 Engineering or Law from reputable university

- Having at least 5 years of experience as a Contract Admin in Oil & Gas or Industrial Project

Chief Expediter

Requirement:

- S1 Engineering from reputable university

- Having at least 5 years of experience at the same position in industrial project (Cement, petrochemical, etc)

Material Receipt

Requirement:

- S1 Engineering from reputable university

- Having at least 5 years of experience at the same position in Power Plant Project is mandatory


if you meet the requirement above please send your complete CV to:
recruitment@ prosys.co. id



Info Lowongan

dibutuhkan Analis untuk laboratorium electroplating PT Hanna Graha,
jika berminat silahkan kirim lamaran ke :
Sunanti
d/a PT ELANG KURNIASAKTI
Jl. Agung Timur II blok O1 No. 58-59
Sunter - Jakarta Utara
terima kasih



Artifisial Enzim Untuk Proses Industri Yang Ramah Lingkungan

310px-Artificial_enzyme
Proses industri yang sering menyebabkan polusi lingkungan seperti penggunaan katalis logam berbahaya dapat ditekan dengan menggunakan enzim, akan tetapi sayangnya tidak banyak enzim yang dapat dipakai untuk industri kimia. Sampai akhirnya, grup peneliti dari departemen kimia Universitas Copenhagen telah sukses mempoduksi artificial enzim yang bisa langsung dipakai untuk banyak aplikasi.

Dengan pemimpin grup tersebut yaitu Profesor Mikael, Ph.D, dan siswanya Jeanette Bjerre dan Thomas Hauch Fenger memplubikasikan peneitian mereka pada jurnal ChemBioChem (15/2009) dengan judul “”Cyclodextrin Aldehydes are Oxidase Mimics”.

Artificial enzim untuk keperluan yang tak alami (tidak biasa)

Artificial enzim adalah enzim yang tidak seperti kita kenal yang terdapat di alam pada umumnya, Enzim jenis ini memiliki perbedaan dengan enzim yang lain yaitu memiliki daya katalis yang sangat tingi, dan mudah untuk diproduksi. Peneliti dari laboratorium Copenhagen adalah orang pertama yang membuat artificial enzim yang dapat mempercepat proses oksidasi dengan kehadiran molekul sederhana asam peroksida H2O2.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa proses oksidasi adalah dasar dari berbagai proses industri kimia, dari industri cat maupun industri farmasi. Akan tetapi oksidator tradisional terkenal membawa dampak negative bagi lingkungan jika tidak terkelola dengan baik. Hal inilah enzim sangat disarankan untuk dipakai dan sangat cocok untuk menggantikan oksidator tradisional. Mengingat artificial enzim dapat dibuat untuk keperluan khusus dan yang lebih penting lagi mereka dapat dioperasikan pada kondisi yang biasa. Tidak seperti oksidator tradisional yang umumnya memerlukan temperature tinggi, tekanan tinggi dan lingkungan yang bersifat korosif.

Alat baru yang siap dipakai

Karena sampai sekarang enzim hanya ditemukan dalam makhluk hidup di lingkungan. Akan tetapi baik industri dan microorganisme sama-sama memiliki tantangan yang sama, sehingga industri mencari jalan pintas untuk menggunakan bahan kimia sebagai katalis. Artifisial enzim yang ditemukan oleh peneliti Copenhagen menjadi alternative alat siap pakai bagi kimiawan dan cepat atau lambat akan semakin meningkat penggunaanya.

Enzim alami umumnya mempercepat reaksi sekitar 1 juta kali lebih cept. Akan tetapi artifisial enzim ini mempercepat reaksi hingga 10.000 kali. Akan tetapi ini bukan menjadi penghalang kata professor Mikael Bols.

“Kami telah mengembangkan materi ini sejak tahun 2000. Ketika kami sukses dengan penciptaan enzim pertama, dimana hanya mempercepat reaksi sampai 25 kali maka kami berpikir bahwa sangat masuk akan untuk membicarakannya disini,” katanya.

Jika kecepatan artificial enzim menyamai kecepatan enzim alami maka penggunaanya akan semakin penting untuk diterapkan di industri farmasi.




Pengumuman Lolos Seleksi II CPDC (Chemical Product Desain Competition) 2010

Selamat buat yang lolos seleksi tahap II, salahsatunya perwakilan dari Politeknik Negeri Malang dengan mahasiswa Indra no 8.

1. Rais Agung – Universitas Gajahmada : Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Bali Untuk Mengurangi Angka Impor Pektin Industri Dalam Negeri

2. Adi Trimulyo – Universitas Gajahmada: Penggunaan Tepung Gracilaria Sp Pada Pembuatan Krim Santan Kelapa Sebagai Stabilizer Dan Sumber Yodium

3. Muchammad Agung – Universitas Gajahmada : Si Belle, Belut Kaleng

4. Hana – Universitas Parahyangan : Lilin Anti Serangga Dari Minyak Gandapura

5. Ernest – Universitas Parahyangan : Pembuatan Permen Coklat Dari Ekstrak Jahe, Ekstrak Bratawali, Dan Sari Jeruk

6. Erika – Universitas Parahyangan : Pengharum Tubuh (Solid Body Perfume)

7. Siti – Institut Teknologi Indonesia : Diversifikasi Minyak Ylang-Ylang Sebagai Aroma Terapi Dan Massage Oil.

8. Indra – Politeknik Negeri Malang : Mocaf” Tepung Singkong Kaya Protein Melalui Proses Enzimatik

9. M. Zaki Muliawan-Universitas Indonesia: pMDI berbasis Formeterol dan Traditional Chinese Medicine (TCM) dengan built-in spacer

10. Bugi Setiadi - Universitas Indonesia : Cat otomotif dengan keunggulan mampu memberikan sifat swa bersih pada permukaan yang terlapisi

11. Anatta Wahyu Budiman- Universitas Indonesia : Reagen Kimia untuk mendeteksi masa subur sapi

12. Pingkan Margareta- Universitas Indonesia : Krim anti penuaan menggunakan bahan baku alami Indonesia yang ditujukan untuk wanita 20 tahun ke atas

13. CatherineProduk- Universitas Indonesia: Detektor Bomb berbasis CNT untuk mendeteksi bom kimia

14. Daniel- Universitas Indonesia: Pemanis berbasis herbal yang penggunaannnya ditujukan untuk penderita diabetes

15. Cynthia Noviani- Universitas Indonesia: Susu kolostrum dengan bahan alami Indonesia untuk meningkatkan faktor imunitas, mencegah osteoporosis, meningkatkan konsentrasi, dan daya ingat, serta mencegah penuaan dini

16. Rumia S. Monica - Universitas Indonesia : Drug Delivery devices berupa alat suntik

17. Bobby Rachmat. A - Universitas Indonesia: Lem untuk Keadaan basah

18. Linna- Universitas Indonesia : Portable Air Purifier for Houshold Application