Artifisial Enzim Untuk Proses Industri Yang Ramah Lingkungan

310px-Artificial_enzyme
Proses industri yang sering menyebabkan polusi lingkungan seperti penggunaan katalis logam berbahaya dapat ditekan dengan menggunakan enzim, akan tetapi sayangnya tidak banyak enzim yang dapat dipakai untuk industri kimia. Sampai akhirnya, grup peneliti dari departemen kimia Universitas Copenhagen telah sukses mempoduksi artificial enzim yang bisa langsung dipakai untuk banyak aplikasi.

Dengan pemimpin grup tersebut yaitu Profesor Mikael, Ph.D, dan siswanya Jeanette Bjerre dan Thomas Hauch Fenger memplubikasikan peneitian mereka pada jurnal ChemBioChem (15/2009) dengan judul “”Cyclodextrin Aldehydes are Oxidase Mimics”.

Artificial enzim untuk keperluan yang tak alami (tidak biasa)

Artificial enzim adalah enzim yang tidak seperti kita kenal yang terdapat di alam pada umumnya, Enzim jenis ini memiliki perbedaan dengan enzim yang lain yaitu memiliki daya katalis yang sangat tingi, dan mudah untuk diproduksi. Peneliti dari laboratorium Copenhagen adalah orang pertama yang membuat artificial enzim yang dapat mempercepat proses oksidasi dengan kehadiran molekul sederhana asam peroksida H2O2.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa proses oksidasi adalah dasar dari berbagai proses industri kimia, dari industri cat maupun industri farmasi. Akan tetapi oksidator tradisional terkenal membawa dampak negative bagi lingkungan jika tidak terkelola dengan baik. Hal inilah enzim sangat disarankan untuk dipakai dan sangat cocok untuk menggantikan oksidator tradisional. Mengingat artificial enzim dapat dibuat untuk keperluan khusus dan yang lebih penting lagi mereka dapat dioperasikan pada kondisi yang biasa. Tidak seperti oksidator tradisional yang umumnya memerlukan temperature tinggi, tekanan tinggi dan lingkungan yang bersifat korosif.

Alat baru yang siap dipakai

Karena sampai sekarang enzim hanya ditemukan dalam makhluk hidup di lingkungan. Akan tetapi baik industri dan microorganisme sama-sama memiliki tantangan yang sama, sehingga industri mencari jalan pintas untuk menggunakan bahan kimia sebagai katalis. Artifisial enzim yang ditemukan oleh peneliti Copenhagen menjadi alternative alat siap pakai bagi kimiawan dan cepat atau lambat akan semakin meningkat penggunaanya.

Enzim alami umumnya mempercepat reaksi sekitar 1 juta kali lebih cept. Akan tetapi artifisial enzim ini mempercepat reaksi hingga 10.000 kali. Akan tetapi ini bukan menjadi penghalang kata professor Mikael Bols.

“Kami telah mengembangkan materi ini sejak tahun 2000. Ketika kami sukses dengan penciptaan enzim pertama, dimana hanya mempercepat reaksi sampai 25 kali maka kami berpikir bahwa sangat masuk akan untuk membicarakannya disini,” katanya.

Jika kecepatan artificial enzim menyamai kecepatan enzim alami maka penggunaanya akan semakin penting untuk diterapkan di industri farmasi.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar