Siaga flu babi naik ke tingkat lima

Badan kesehatan PBB, WHO meningkatkan kewaspadaan flu babi menjadi level 5, satu tingkat sebelum dinyatakan sebagai pandemi penuh yang bisa menyebar ke seluruh dunia.

Tahap 5 berarti penularan dari manusia ke manusia telah terjadi setidaknya di dua negara.

Pengumuman itu keluar setelah bayi Meksiko berusia 23 bulan meninggal di Texas - kematian pertama korban flu burung diluar wilayah Meksiko, tempat wabah berasal.

Di Spanyol, pejabat setempat mengkonfirmasikan kasus pertama flu babi terjadi pada satu orang yang diketahui belum pernah bepergian ke Meksiko.

Usai rapat darurat di Jenewa, Direktur Jenderal WHO Margaret Chan saat mengumumkan kewaspadaan pandemi flu babi mendesak semua negara untuk mengaktifkan rencana penanggulangan pandemi, termasuk meningkatkan pengawasan dan tindakan mengkontrol infeksi.

Dia mengatakan tindakan tersebut harus dijalan dengan peningkatan urgensi.

Dia menambahkan : '' Saat ini semua kehidupan manusia dalam ancaman sebuah pandemi.''

Tapi dia juga mengatakan dunia sudah memiliki '' persiapan yang lebih baik untuk sebuah pandemi flu dari sebelumnya''.

Chan mengatakan untuk pertama kalinya, pandemi bisa ditelusuri dalam waktu yang tepat.

Ini adalah hal yang penting, dia menambahkan, karena virus bisa bermutasi setiap saat menjadi jenis yang lebih berbahaya - atau sedikit lebih ringan.

Kontrol Perbatasan ?

Anak laki-laki asal Meksiko jatuh sakit saat berkunjung ke rumah saudaranya di kawasan selatan Texas awal bulan ini.

Dia kemudian dipindahkan ke sebuah rumah sakit di Houston, tempat dimana dia meninggal Senin malam.

swine flu
Sejumlah negara membatasi perjalanan ke Meksiko

Berbicara di Washington, Presiden Barack Obama mengucapkan belasaungkawa dan mengatakan pemerintahannya tengah melakukan tindakan yang sepenuhnya untuk menanggulangi virus.

Dia juga mendesak petugas kesehatan setempat untuk waspada dan menyatakan sekolah dengan kasus yang sudah dikonfirmasi ''harus dipertimbangakn untuk ditutup''.

Saat ini jumlah korban meninggal akibat diduga terinfeksi virus flu babi di Meksiko mencapai 159 jiwa, dengan tujuh kematian terkonfirmasi akibat H1N1 dan 26 lainnya positif terpapar flu babi.

Gubernur Texas Rick Perry mengatakan, menutup perbatasan Amerika Serikat dengan Meksiko adalah sebuah pilihan, tapi ditambahkan mengambil langkah tersebut saat ini adalah ''sedikit sebelum waktunya''.

Dalam keterangan pers di televisi Rabu malam, Presiden AS Barack Obama mengatakan pejabat kesehatan tidak diberi rekomendasi menutup perbatasan.

''Kuncinya saat ini adalah hanya meyakinkan kita mempertahankan kewaspadaan, setiap orang bertindak dengan tepat ketika kasus terjadi,'' kata Obama.

Sejak virus muncul minggu lalu, virus jenis H1N1 itu juga menyebar ke Kanada, Eropa, Israel dan Selandia Baru.

Peru menjadi negara terbaru yang mengkonfirmasikan pihaknya tengah merawat seorang pasien flu burung. Seorang wanita Argentina yang baru saja melancong ke Meksiko menjadi kasus flu burung pertama di Peru, kata Menteri Kesehatan Peru Rabu dinihari waktu setempat.

Beberapa negara telah membatasi perjalanan ke Meksiko dan banyak penyelenggara jasa wisata membatalkan perjalanan liburan ke negara itu.

Perancis akan meminta kepada Uni Eropa untuk menunda semua penerbangan ke Meksiko karena wabah flu, kata Menteri Kesehatan Roselyne Bachelot.

Bagaimanapun, WHO menyatakan tindakan seperti pelarangan bepergian tidak terbukti efektif.

'Menjaga Jarak'

di Spanyol, pemerintah setempat mengatakan orang pertama yang terpapar flu burung tanpa bepergian ke Meksiko adalah kekasih seorang perempuan yang baru saja berkunjung ke negara tersebut.

Menteri Kesehatan Spanyol Trinidad Jimenez mengatakan kasus serupa bisa terjadi lagi.

Secara keseluruhan, angka kasus flu burung di Spanyol meningkat dari dua menjadi 10 pada hari Rabu. Tidak semuanya pasien dinyatakan sakit serius.

di Meksiko, pencarian sumber wabah penyakit terul berlanjut, yang difokuskan pada sekitar peternakan babi diwilayah timur negara itu.

Pemerintah Meksiko mendesak anggapan berlawanan yang membuat kesimpulan yang menyebutkan kemungkinan virus berasal dari luar negara itu.

Sekolah di Meksiko telah ditutup, pengumpulan massa dibatasi.

Kamar dagang Meksiko memperkirakan kelumpuhan kota Meksiko mengancam kerugian sbesar 777 juta Peso atau sekitar 57 juta dollar perhari.

pejabat WHO Keiji Fukuda mengatakan, negara lain juga perku memikirkan tindakan 'menjaga jarak' dalam bersosialisasi seperti menutup sekolah dan menunda pertemuan publik.

Sementara itu, Ghana menjadi negara terbaru yang melarang impor daging babi sebagai langkah kewaspadaan flu babi, walaupun tidak ada kasus ditemukan di kawasan Afrika.

Direktur WHO, Chan menekankan pada hari Rabu bahwa memakan daging babi yang dimasak layak tidak berbahaya.

Dia menyarankan tindakan menjaga kesehatan seperti mencuci tangan guna mencegah penularan dan mengatakan adalah hal yang penting ''menjaga kondisi tetap tenang''.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar