Polinema Produksi Minuman

MALANG- Politeknik Negeri Malang (Polinema) melaunching pusat produksi minuman sari buah. Pabrik ini rencananya tidak hanya menjadi ajang praktikum mahasiswa saja, melainkan juga sebagai unit profit bagi perguruan tinggi. Untuk pengelolaannya, Polinema menggandeng PT Buana Citra Vista.

Menurut Pembantu Direktur IV Polinema, Wirawan B Eng (Hons) MT, industri ini merupakan kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi. "Sejauh ini ada dua hal yang sudah dikembangkan, yaitu teknologi kemasan dan teknologi produk," ujarnya.
Ia menjelaskan, beberapa riset pun sudah dikolaborasikan dalam proses produksi ini. Misalnya saja mengenai pengaturan suhu dan penjagaan agar plastik botol tidak ringsek. Dengan kemasan botol yang tidak terlalu tebal seperti yang digunakan pada minuman ber merk Josiee ini, pada industri umum biasanya akan ringsek. Namun dengan teknologi yang ditemukan perguruan tinggi, plastik dengan tekanan suhu lebih tinggi tidak mengalami ringsek. Karena lebih hemat, harga jual produk kemasan ini pun menjadi lebih murah.
"Di pasaran harganya berkisar Rp 4 Ribu, tapi produk kami hanya Rp 2.500 saja," ungkapnya.
Kelebihan produk ini selain dari sisi harga, juga dari sisi risetnya. Sari buah yang higienis karena diolah dengan suhu temperatur yang tepat, juga menggunakan flavour yang aman. Semuanya dikembangkan sendiri dari laboratorium Kimia di Polinema. Kemudahan-kemudahan yang mendukung proses produksi ini menjadikan produk ini unggul tapi tidak eksklusif.
"Dengan kerjasama ini maka bisa terwujud kurikulum berbasis produksi yang dikembangkan di Polinema saat ini," tambahnya.
Sementara itu Komisaris PT Buana Citra Vista, Sulton Basuki menuturkan untuk tahap awal pabrik diharapkan bisa memproduksi hingga 1200 botol per jam. Dan sekitar 5 ribu cup per jam. Sementara target pemasarannya untuk tiga bulan pertama ditargetkan hingga 25-35 ribu per bulan. Selanjutnya diharapkan bisa tumbuh hingga 50 ribu karton per bulan.
"Untuk sementara ini area pemasarannya di sekitar Malang saja, selanjutnya diharapkan bisa menembus seluruh kota di Indonesia," tegasnya.
Sulton mengaku optimis dengan peluang pasar minuman kemasan ini. Sebab diprediksikan bahwa bisnis yang paling menguntungkan saat ini adalah bisnis minuman. Dengan menghadirkan teknologi langsung dari perguruan tinggi, diharapkan bisa terus tercipta produk yang murah, berkualitas dan ramah lingkungan. (oci/eno)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar